aku merasa lelah dengan segalanya,,
ketika sebuah perahu mengarungi dahaga, aku berlari membawa tangis tak terhenti dengan nestapa
bukan aku maupun kamu yang terlibat dalam gerakan cinta ini, namun,,,
hanya sebuah asa yang terlibat dalam pergelutan cakrawala hayal dalam keteguhan senja,,
ya aku berlari,,
berlari mengejarmu yang tak pernah terduga akan sampai pada ku
entah di mana kau berlabuh sebelum menyamai kisah ku namun segalanya jelas, aku menyukai setiap ritme ilalang yang terhembus dalam buai bayang, aku tertegun pada seluruh puisi cinta yang kau buat dalam rimba senja,,
mega-mega ini,,,
ya,,, mega-mega ini membawaku pada satu kepastian bahwa sulit untuk menjalin segalanya dalam sebuah kepastian hidup dalam dahaga,,,
aku meresahkannya, sebuah tidak kepastian hidup yang terbentang luas dalam sebuah persetubuhan maya,,
dan inilah aku, sebuah hayal semu bagi kehidupanmu,,
sebuah ketidak pastian bagi kerlingan jiwa mu, aku bukanlah seperti aku,,
aku tak kan pernah menjadi aku ketika aku menyadari sesuatu yang hilang dari ku, ya itu kamu,,,
kamu yang selalu membuatku lelah menunggu, kau yang selalu membuatku lelah menanti, menangis dalam detik-detik kehidupanku,
ya,,, kehidupan ini begitu mencekam bagi seorang yang bernama aku,,,
gelombang yang tak dapat aku raih, buih itu menggulungku,,,,
aku merintih dalam kehampaan, merintih dalam ketidak mampuan ku,,,
jauhkan aku dari semua rasa yang membendung dalam sukma yang bertemu dalam kejenuhan,,,
aku bosan,,, sungguh ,,
aku merasa hampa ketika menara itu tak mendukungku, atau malah meruntuhkan altar itu dan mematikan kesetiaanku,,,
tinta ini terasa menyesakkan bagi ku, seorang penjiwa maya, seorang pengarung samudra, seorang yang hanya ingin melambai indah pada sang pencipta,,,
aku butuh tawa, bukan lelehan air hujan yang tak diinginkan
hanya sebuah senyum ataupun keindahan, hanya sebuah cerita yang berahir indah, hanya sebuah gerakan walau sepi tapi aku ingin melakukan nya,,,
merahasiakan angan yang masih mengapung indah di garis kehidupan langit,,,
misteri ini akan membangun api walau redup, ya,,,
bagai fatamorgana, walau minyak telah kering pada sumbu,,, :)
#untuknya :)
Minggu, 10 Mei 2015
aku dan fatamorgana itu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar